Syarat Fogging Nyamuk Berdasarkan Departemen Kesehatan

DBD atau demam beradar dengue merupakan salah satu penyakit yang cukup berbahaya dan dapat berujung kematian. DBD sendiri adalah salh satu penyakit menular. Penyakit demam berdarah menggunakan nyamuk sebagai mendia penyebaran virus. Ketika nyamuk sudah melakukan gigitan dan pada saat tubuh sedang tidak dalam kondisi fit maka akan terserang virus dengan cepat. Untuk anda yang memerlukan layanan jasa fogging, anda hanya perlu mengunjungi website www.fogging.co.id, dan anda akan langsung menemukan apa yang anda butuhkan.

Menurut aturan departemen kesehatan yaitu undang-undang nor 4 tahun 1984 dan juga peraturan menteri kesehatan nomor 560 tahun 1989, ketika seseorang terdeteksi terserang demam berdarah maka harap segera dilaporkan selambat lambatnya 24 jam sejak kejadian oleh unit pelayanan kesehatan. Unit pelayanan kesehatan diatanranya adalah rumah sakit, puskesmas, poliklinik, dokter, maupun balai pengobatan. Dengan begitu maka pemerintah secepatnya akan bertindak yang mana sudah sesuai dengan Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia. Nomor: 374 / Menkes / Per / III / 2010 Tentang Pengendalian Vektor.

Untuk membasmi nyamuk biasanya depeartemen kesehatan bisa melakukan dua hal yaitu fogging atau pengasapan maupun penyemprotan. Fogging hanya diperbolehkan menggunkaan doses yang sesuai dengan takaran. Takaran yang ditentukan oleh departemen kesehatan adalah sejumlah 5% melethion sebanyak 10 liter untuk luas wilayah sasaran. Selain itu, fogging juga hanya dapat dilakukan pada jarak radius 100 meter daerah yang terinfeksi DBD. Karena nyamuk biasanya hanya mampu terbang sejauh 100 meter. Departemen kesehatan juga memiliki syarat lainnya dalam melakukan fogging seperti,

  • Penyelidikan epidemologi (PE)

Hal pertama yang harus dilakukan adalah penyelidikan epidemologi atay kegiatan mencari  penderita DBD atau wabah dbb. Hal ini dapat dilakukan dengan pemeriksaan tempat tempat tertentu. Setelah mendeteksi adanya infeksi semam berdarah, maka selanjutnya adalah pemeriksaan jentik nyamuk pada tempat tersebut dengan radius sekurang kurangnya 100 meter.

  • Proses fogging

Setelah dideteksi adanya wabah penyakit demam berdarah, maka tindakan segera dilakukan. Hal ini apabila sudah memenuhi standar misalnya penderia sudah mencapau satu orang maupun lebih. Sebelum tindakan fogging, adanya pergerakan masyarakan dalam PSN DBD, penyuluhan, larvasidasi dan sebagainya juga harus dilakukan terlebih dahulu. Barulah fogging akan dilakukan. Mengingat fogging masih kurang efektif apabila tidak dibarengi dengan kebersihan. Sekian.